RAGAM BAHASA-Fenomena pergerakan tanah kembali terjadi di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kali ini, tujuh rumah warga di Kampung Cimangurang, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang mengalami kerusakan serius akibat pergeseran tanah yang terjadi sejak beberapa hari terakhir. Akibat kejadian tersebut, puluhan warga terpaksa mengungsi karena rumah mereka tidak lagi aman untuk ditempati.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Ade Hasrat, mengatakan pergerakan tanah diduga dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

“Pergerakan tanah terjadi secara bertahap sejak dua hari terakhir. Saat ini terdapat tujuh rumah yang mengalami kerusakan cukup parah dan tidak layak huni. Total warga terdampak sekitar 30 jiwa yang sudah kami evakuasi ke tempat yang lebih aman,” ujar Ade saat dikonfirmasi, Selasa (21/4/2026).

Menurut Ade, retakan tanah juga masih terlihat di sekitar lokasi kejadian sehingga berpotensi membahayakan warga. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak kembali ke rumah sebelum kondisi dinyatakan aman.

“Kami sudah memasang garis pengaman di area terdampak dan terus melakukan pemantauan. Jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, dikhawatirkan pergerakan tanah bisa kembali terjadi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cijayanti, Dedi Supriadi, mengatakan pemerintah desa bersama aparat setempat telah menyiapkan tempat pengungsian sementara bagi warga terdampak.

“Warga untuk sementara kami tempatkan di rumah kerabat dan balai warga. Kami juga sedang berkoordinasi dengan pihak terkait untuk bantuan logistik dan kebutuhan darurat,” kata Dedi.

Salah satu warga terdampak, Rahmat (42), mengaku pergerakan tanah terjadi secara tiba-tiba pada malam hari. Ia menyebut suara retakan tanah terdengar cukup keras sebelum akhirnya rumahnya mengalami kerusakan.

“Awalnya terdengar suara seperti tanah bergeser, lalu lantai rumah mulai retak. Kami langsung keluar rumah karena takut terjadi longsor. Sekarang kami mengungsi ke rumah saudara,” ujarnya.

Hingga saat ini, petugas BPBD Kabupaten Bogor masih melakukan pendataan dan asesmen lanjutan untuk memastikan potensi dampak yang lebih luas. Warga juga diimbau tetap waspada, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi di wilayah tersebut.

(FIKRI)