Sukabumi – Warga Kampung Cimapag, RT 01 RW 02, Desa Ciemas, Kecamatan Ciemas, berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) segera melakukan penanganan terhadap jembatan berstatus jalan kabupaten yang hingga kini masih dalam kondisi roboh. Kerusakan tersebut telah mengganggu aktivitas masyarakat dan memaksa warga membangun jalur darurat secara swadaya agar akses tetap dapat digunakan.
Jalur darurat yang dibuat masyarakat hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Sementara kendaraan roda empat, termasuk mobil pengangkut hasil pertanian, ambulans, dan mobil jenazah, harus memutar melalui jalur alternatif dengan jarak yang lebih jauh. Kondisi semakin berisiko ketika hujan turun karena jalur sementara menjadi licin dan rawan longsor.
Salah seorang warga mengatakan masyarakat telah berupaya semaksimal mungkin menjaga akses tetap terbuka. Namun, pembangunan jembatan permanen tidak mungkin dilakukan secara mandiri karena membutuhkan perencanaan teknis, alat berat, dan anggaran yang besar.
“Kami sudah berusaha semampu kami. Kami tidak mungkin membangun jembatan permanen sendiri karena membutuhkan alat berat, perencanaan teknis, dan anggaran yang besar. Yang kami harapkan hanyalah kehadiran pemerintah untuk menjalankan tanggung jawabnya,” ujarnya.
Menurut warga, kerusakan jembatan tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi, tetapi juga berdampak terhadap pelayanan kesehatan, pendidikan, dan mobilitas masyarakat sehari-hari. Karena itu, mereka berharap Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi segera menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan lapangan, menyusun kajian teknis, serta menetapkan langkah penanganan sesuai skala prioritas.
Ketua DPD Jurnalis Warga Indonesia (JWI) Sukabumi Raya, Lutfi Yahya, turut mendorong pemerintah daerah agar segera memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai rencana pembangunan jembatan tersebut.
“Jangan sampai persoalan ini terus berlarut-larut hingga menimbulkan korban jiwa. Infrastruktur dasar merupakan kebutuhan utama masyarakat dan menjadi tanggung jawab pemerintah. Kami berharap Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi segera turun ke lokasi, melakukan pemeriksaan langsung, serta menyampaikan kepada masyarakat kapan pembangunan jembatan ini dapat dilaksanakan,” katanya.
Ia juga berharap penanganan yang dilakukan tidak sebatas peninjauan, tetapi diikuti langkah nyata agar akses transportasi masyarakat dapat kembali normal. Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut memiliki peran penting sebagai jalur penghubung aktivitas ekonomi, pelayanan publik, dan mobilitas warga di wilayah Ciemas serta sekitarnya.
Masyarakat kini menantikan langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pekerjaan Umum agar pembangunan jembatan dapat segera direalisasikan sehingga akses masyarakat kembali aman, lancar, dan mendukung aktivitas sosial maupun perekonomian warga.
