RAGAM BAHASA – Proses evakuasi korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di perairan Selat Bali terus dilakukan oleh tim gabungan bersama kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian. Hingga Minggu (2/8/2026), ratusan penumpang berhasil diselamatkan, sementara empat orang dilaporkan meninggal dunia.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya, proses penyelamatan melibatkan sejumlah kapal niaga yang berada di sekitar lokasi insiden. KM Meratus Pematang Siantar mengevakuasi 109 penumpang selamat dan dua korban meninggal. Sementara TB Hasnur 26 menyelamatkan 65 orang serta mengevakuasi satu korban meninggal.
Selain itu, KM Transco Arafura mengevakuasi 17 penumpang selamat, KM Meratus Project 3 menyelamatkan 13 orang dan mengevakuasi satu korban meninggal. Adapun KM Prakarsa Mas serta KM SC Aila XVII masing-masing mengevakuasi tujuh orang selamat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh penumpang berhasil dievakuasi.
“Kami mengerahkan seluruh unsur SAR bersama kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi. Fokus utama saat ini adalah memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal serta melakukan pendataan terhadap seluruh penumpang yang telah dievakuasi,” ujar Nanang.
Insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 pertama kali diketahui terjadi pada Minggu pagi sekitar pukul 06.00–07.00 WIB. Kapal Ro-Ro milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) dengan panjang sekitar 160 meter itu tengah berlayar mengangkut 232 penumpang yang sebagian besar merupakan sopir dan kernet kendaraan logistik.
Sementara itu, Direktur Operasi PT Atosim Lampung Pelayaran, Rudi Hartono, menyampaikan pihak perusahaan turut berkoordinasi dengan Basarnas, KSOP, TNI AL, dan instansi terkait untuk mendukung proses evakuasi serta penanganan para korban.
“Keselamatan penumpang menjadi prioritas utama. Kami juga akan melakukan investigasi internal dan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran kapal,” kata Rudi.
Hingga kini, tim gabungan masih melakukan pendataan penumpang sekaligus penyelidikan terkait penyebab kebakaran yang menghanguskan KM Mutiara Sentosa 2. Pemerintah mengimbau keluarga penumpang untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait.
(FIKRI)
