Sukabumi – Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi telah memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana berupa bangku bagi siswa di SMP Negeri 1 Cisaat atau yang dikenal dengan sebutan SMP Necis. Sebelumnya, kekurangan bangku tersebut sempat menjadi keluhan dari wali murid karena terjadi di sejumlah ruang kelas, termasuk kelas VII H.

Keluhan mengenai kondisi tersebut salah satunya disampaikan Apep Saepul Mahdan, yang merupakan wali murid sekaligus anggota DPRD Kabupaten Sukabumi. Ia mengaku memperoleh informasi mengenai kondisi ruang kelas VII H dari anaknya yang mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut.

Menurut Apep, anaknya melaporkan bahwa kegiatan belajar di kelas VII H sebelumnya belum didukung bangku yang memadai. Bahkan, siswa disebut harus belajar dengan duduk di lantai. Ia juga menyebut kondisi sejumlah bangku di ruang kelas lainnya sudah kurang layak digunakan.

Kepala SMP Negeri 1 Cisaat, Rita Novita, membenarkan bahwa sebelumnya memang terdapat kekurangan sarana berupa bangku di sekolah tersebut. Menurutnya, kondisi itu terjadi pada dua ruang kelas.

Rita menjelaskan bahwa pihak sekolah telah mengajukan kebutuhan bangku kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi sebelum tahun ajaran baru dimulai. Pengajuan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh dinas sesuai dengan rencana pengadaan.

Ia menyampaikan bahwa kebutuhan bangku yang sebelumnya diajukan kini telah terpenuhi. Pengadaan dan pengiriman bangku direalisasikan pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Menurut Rita, sejak pengajuan disampaikan, Dinas Pendidikan telah memberikan informasi bahwa realisasi pengadaan akan dilakukan pada Agustus 2026. Ia pun menyampaikan apresiasi karena kebutuhan tersebut akhirnya dapat dipenuhi.

Disdik Pastikan Kebutuhan Sarana Telah Ditangani

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, membenarkan bahwa persoalan kekurangan sarana dan prasarana di SMP Negeri 1 Cisaat telah ditangani oleh pihaknya.

Herdiawan menjelaskan bahwa sebelumnya memang terdapat ruang kelas yang belum memiliki bangku dalam jumlah yang memadai. Kondisi tersebut berkaitan dengan proses pengadaan sarana yang berlangsung bersamaan dengan berakhirnya pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Menurutnya, kebutuhan tersebut telah terpetakan setelah melihat adanya peningkatan jumlah peserta didik yang diterima di SMP Negeri 1 Cisaat. Tingginya daya tampung sekolah menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kebutuhan sarana dan prasarana perlu segera disesuaikan.

Herdiawan menegaskan bahwa kondisi tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi. Ke depan, kesiapan fasilitas sekolah diharapkan dapat diperhitungkan lebih awal sebelum pelaksanaan penerimaan murid baru.

Menurutnya, ketersediaan sarana dan prasarana perlu menjadi salah satu perhatian utama dalam proses perencanaan penerimaan peserta didik. Dengan demikian, peningkatan jumlah siswa yang diterima dapat diimbangi dengan kesiapan ruang kelas, bangku, serta fasilitas pendukung lainnya.

Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi berharap pemenuhan sarana tersebut dapat menunjang kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 1 Cisaat sehingga para siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan lebih nyaman dan optimal.