Sukabumi – Upaya membentuk karakter generasi muda terus dilakukan melalui kerja sama antara institusi pendidikan, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi pencegahan serta penanggulangan kenakalan remaja yang dilaksanakan Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 22 Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) Desa Nangela bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi di SMP Negeri 2 Tegalbuleud.

Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan pemahaman para siswa mengenai berbagai bentuk kenakalan remaja, faktor yang dapat memicu munculnya perilaku menyimpang, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegahnya. Penguatan pendidikan karakter dan penciptaan lingkungan sekolah yang aman serta kondusif menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.

Materi sosialisasi disampaikan Kepala Seksi Kesiswaan dan Manajemen SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Devi Indra Kusumah, S.Pd., M.Si. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai hal yang berkaitan dengan kenakalan remaja, mulai dari pengertian, bentuk-bentuk perilaku menyimpang, faktor internal dan eksternal yang memengaruhi perilaku remaja, hingga dampak buruk perundungan atau bullying.

Para peserta juga diberikan pengetahuan mengenai berbagai pendekatan dalam menangani persoalan kenakalan remaja, mulai dari upaya pencegahan atau preventif, tindakan represif, hingga langkah kuratif. Dalam hal ini, pendidikan karakter dinilai memiliki peranan penting untuk membantu siswa membangun sikap dan perilaku positif.

Selain lingkungan sekolah, peran keluarga dan masyarakat juga menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam membentuk lingkungan pendidikan yang sehat. Kolaborasi ketiga unsur tersebut diharapkan mampu memberikan perlindungan sekaligus pendampingan kepada siswa dalam menghadapi berbagai tantangan pada masa pertumbuhan.

Pelaksanaan sosialisasi berlangsung secara interaktif. Para siswa menunjukkan antusiasme dengan aktif mengikuti diskusi serta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai persoalan yang sering mereka jumpai, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui sesi diskusi tersebut, para siswa diajak memahami berbagai dampak yang dapat ditimbulkan dari perilaku menyimpang. Mereka juga didorong untuk memiliki kesadaran dalam membangun karakter positif, menjaga pergaulan, serta mengambil keputusan yang bertanggung jawab.

Anggota Kelompok KKN 22 UMMI Desa Nangela, Neng Intan Nuraini, menyampaikan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Menurutnya, proses pendidikan juga memiliki fungsi penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta sikap siswa dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Ia menilai pembentukan karakter perlu dilakukan secara berkelanjutan agar para siswa memiliki kemampuan untuk menjauhi berbagai tindakan negatif, termasuk perilaku kenakalan remaja.

Neng Intan juga menilai sinergi antara perguruan tinggi, Dinas Pendidikan, dan pihak sekolah menjadi langkah konkret dalam memberikan bekal kepada generasi muda. Kerja sama tersebut diharapkan dapat membantu siswa menghadapi perkembangan zaman dengan sikap yang lebih matang, bertanggung jawab, dan berkarakter.

Melalui kegiatan tersebut, Kelompok KKN 22 UMMI Desa Nangela berharap para siswa SMP Negeri 2 Tegalbuleud dapat menerapkan nilai-nilai kedisiplinan, menghargai sesama, menjaga pergaulan, serta menghindari berbagai bentuk perilaku menyimpang.

Para siswa juga diharapkan mampu berkembang menjadi generasi yang tidak hanya memiliki prestasi akademik, tetapi juga mempunyai karakter kuat dan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

Ke depan, kolaborasi antara sekolah, keluarga, pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, sehat, serta mampu mendukung tumbuh kembang generasi muda agar terhindar dari berbagai bentuk kenakalan remaja.