Sukabumi – Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi mengambil langkah progresif dalam menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah dengan mengarahkan seluruh satuan pendidikan untuk menitikberatkan pembelajaran pada penguatan karakter spiritual dan kesalehan sosial siswa.
Melalui instruksi resmi, sekolah tidak hanya berfokus pada pencapaian target akademik di ruang kelas. Sebaliknya, kegiatan pembelajaran selama Ramadan diarahkan pada aktivitas yang mampu menumbuhkan nilai-nilai religius serta kepedulian sosial di kalangan peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menegaskan bahwa sekolah tidak diperkenankan sekadar meliburkan siswa atau membiarkan waktu belajar terbuang. Sebagai gantinya, sekolah diminta menyusun agenda kegiatan keagamaan yang terstruktur.
“Sekolah diwajibkan menyusun jadwal kegiatan seperti Pesantren Kilat, tadarus Al-Qur’an di pagi hari, salat dhuha berjamaah, hingga kegiatan bakti sosial,” ujar Deden, Selasa (03/03/2026).
Menurutnya, langkah tersebut bertujuan agar nilai-nilai Ramadan dapat terinternalisasi dalam lingkungan pendidikan. Kegiatan bakti sosial juga diharapkan mampu menumbuhkan empati siswa terhadap lingkungan sekitar serta mendorong mereka mengimplementasikan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan nyata.
Selain itu, Dinas Pendidikan juga melakukan penyesuaian teknis dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) selama Ramadan. Kebijakan ini mempertimbangkan perubahan pola aktivitas siswa yang harus bangun lebih awal untuk sahur serta menjalankan ibadah malam.
Salah satu penyesuaian yang diterapkan adalah pengunduran jam masuk sekolah, di mana aktivitas belajar paling awal dimulai pada pukul 08.00 WIB. Selain itu, durasi jam pelajaran juga dipersingkat minimal 10 menit dari jadwal normal. Jika sebelumnya satu jam pelajaran berlangsung 45 menit, maka selama Ramadan menjadi sekitar 35 menit.
“Kebijakan ini mempertimbangkan perubahan siklus istirahat siswa selama Ramadan. Kami ingin menciptakan keseimbangan antara kewajiban akademik dan fokus ibadah,” tambah Deden.
Ia berharap melalui program seperti Pesantren Kilat dan bakti sosial, sekolah dapat berperan sebagai ruang pembentukan karakter bagi para siswa.
Dengan demikian, pendidikan di Kabupaten Sukabumi tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual semata, tetapi juga menekankan penguatan nilai religius sebagai fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
