RAGAM BAHASA-Belasan warga negara Indonesia (WNI) asal Jawa Barat telah dipulangkan dari kawasan Timur Tengah menyusul meningkatnya ketegangan keamanan akibat konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Pemulangan ini merupakan bagian dari upaya evakuasi yang dilakukan pemerintah terhadap total 34 WNI yang berada di wilayah terdampak konflik.
Direktur Perlindungan WNI di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Judha Nugraha, mengatakan proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan situasi keamanan di lapangan. Menurutnya, pemerintah memastikan seluruh WNI yang terdampak mendapatkan perlindungan maksimal.
“Pemerintah terus memantau situasi keamanan di kawasan tersebut dan melakukan langkah-langkah evakuasi bagi WNI yang berada di area berisiko. Sejauh ini sebanyak 34 WNI berhasil kami keluarkan dari wilayah terdampak, termasuk belasan orang yang berasal dari Jawa Barat,” kata Judha dalam keterangannya, Sabtu.
Ia menjelaskan, para WNI tersebut sebelumnya bekerja dan menetap di beberapa negara di kawasan Timur Tengah yang berdekatan dengan wilayah konflik. Mereka kemudian dipindahkan ke lokasi yang lebih aman sebelum dipulangkan ke Indonesia.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat, Teppy Wawan Dharmawan, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan pendampingan bagi para WNI yang baru tiba di tanah air.
“Kami berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan para pekerja migran asal Jawa Barat yang dipulangkan mendapatkan pendampingan, baik dari sisi kesehatan maupun proses pemulihan psikologis setelah berada di wilayah konflik,” ujar Teppy.
Teppy menambahkan sebagian dari WNI tersebut bekerja di sektor jasa dan konstruksi di negara-negara Timur Tengah. Setelah tiba di Indonesia, mereka akan dipulangkan ke daerah asal masing-masing di Jawa Barat.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia juga mengimbau WNI yang masih berada di kawasan Timur Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera melapor ke perwakilan diplomatik Indonesia apabila membutuhkan bantuan.
Selain itu, pemerintah terus menjalin komunikasi dengan sejumlah negara di kawasan guna memastikan jalur evakuasi tetap aman bagi WNI yang masih berada di wilayah terdampak konflik.
(FIKRI)
