RAGAM BAHASA – Jalur utama yang menghubungkan Kota Padang dengan Bukittinggi melalui kawasan Lembah Anai kini kembali beroperasi normal setelah seluruh proses perbaikan infrastruktur pascabencana berhasil diselesaikan. Kembalinya fungsi jalan tersebut disambut baik masyarakat karena kembali memperlancar mobilitas orang maupun distribusi barang di Sumatera Barat.
Sebelumnya, kawasan Lembah Anai sempat mengalami kerusakan akibat bencana alam yang menyebabkan akses transportasi terganggu. Melalui berbagai upaya percepatan rehabilitasi, pemerintah bersama instansi terkait akhirnya menuntaskan perbaikan sehingga arus lalu lintas kembali berjalan lancar.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Thabrani, mengatakan seluruh pekerjaan perbaikan telah memenuhi standar teknis sehingga jalan sudah aman dilalui kendaraan.
“Seluruh ruas yang terdampak telah selesai diperbaiki dan kini dapat dilalui secara normal. Kami juga tetap melakukan pemantauan rutin untuk memastikan kondisi jalan tetap aman, terutama saat memasuki musim hujan,” ujar Thabrani dalam keterangannya.
Menurutnya, selain memperbaiki badan jalan, pemerintah juga memperkuat sejumlah titik rawan longsor melalui pembangunan sistem drainase, penguatan lereng, serta pemasangan perlengkapan keselamatan jalan guna meminimalkan risiko bencana di kemudian hari.
Sementara itu, Pengamat Transportasi dari Universitas Andalas, Dr. Yosritzal, menilai pulihnya akses Lembah Anai akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.
“Jalur ini merupakan urat nadi transportasi di Sumatera Barat. Ketika akses kembali normal, biaya logistik menjadi lebih efisien, distribusi hasil pertanian dan perdagangan meningkat, serta sektor pariwisata kembali bergeliat,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya upaya mitigasi bencana secara berkelanjutan mengingat kawasan Lembah Anai berada di daerah dengan tingkat kerawanan longsor yang cukup tinggi.
Dengan kembali normalnya jalur Padang Panjang–Sicincin melalui Lembah Anai, masyarakat diharapkan tetap mematuhi rambu lalu lintas dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi kawasan perbukitan ketika cuaca ekstrem terjadi. Pemerintah juga mengimbau pengguna jalan untuk selalu memantau informasi kondisi lalu lintas sebelum melakukan perjalanan.
(FIKRI)
