RAGAM BAHASA – Genangan banjir masih melumpuhkan aktivitas warga di Kampung Cijagra, Desa Bojongsoang, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, pada Selasa (14/4/2026).
Ketinggian air yang cukup tinggi membuat akses jalan terputus, sehingga mobilitas masyarakat hanya bisa dilakukan dengan bantuan perahu.
Di lokasi terdampak, warga tampak harus bergiliran menggunakan satu-satunya perahu yang tersedia.
Antrean pun tak terhindarkan, terutama bagi mereka yang hendak bekerja maupun anak-anak yang ingin berangkat ke sekolah.
Ketinggian air di kawasan permukiman dilaporkan berkisar antara 80 hingga 120 sentimeter. Sementara itu, genangan juga merambah ke Jalan Raya Bojongsoang dengan tinggi air sekitar 10 hingga 20 sentimeter, yang turut menghambat arus lalu lintas.
Salah seorang warga, Munardi (56), mengungkapkan bahwa kondisi banjir saat ini membuat aktivitas sehari-hari menjadi sangat terbatas. Ia menyebut warga tidak memiliki banyak pilihan selain menunggu giliran menggunakan perahu atau nekat menerobos banjir dengan risiko basah dan terbawa arus.
Menurutnya, keberadaan perahu sangat vital, meski jumlahnya sangat terbatas. Biasanya, perahu tersebut digunakan untuk mengantar warga di pagi hari dan menjemput mereka kembali pada siang hingga sore hari.
Di sisi lain, Camat Bojongsoang, Kankan Taufik Barnawan, menyampaikan bahwa banjir yang terjadi merupakan dampak meluapnya aliran Sungai Cikapundung dan Sungai Citarum. Hingga saat ini, air masih menggenangi ratusan rumah warga.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, banjir merendam delapan wilayah RW dengan ketinggian air bervariasi antara 60 sentimeter hingga 1,2 meter.
Petugas gabungan masih berada di lapangan untuk melakukan pemantauan dan pendataan lebih lanjut terhadap dampak yang ditimbulkan.
Sejumlah wilayah yang terdampak meliputi beberapa RT di RW 1, RW 2, RW 3, RW 4, hingga wilayah dengan genangan cukup luas di RW 9 dan RW 10. Selain itu, banjir juga terpantau di RW 11 dan RW 17.
Hingga kini, kondisi di sebagian wilayah Bojongsoang masih belum sepenuhnya pulih. Warga berharap air segera surut agar aktivitas bisa kembali berjalan normal.
(EGOL)
