Sukabumi – Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Sukabumi terus memperkuat upaya pelestarian sejarah Palagan Bojongkokosan di Kecamatan Parungkuda melalui berbagai program edukasi dan kegiatan budaya. Langkah tersebut dilakukan agar semangat perjuangan para pahlawan tetap hidup dan dikenal generasi muda.

Kepala Disbudpora Kabupaten Sukabumi, Yudi Mulyadi, mengatakan pelestarian sejarah tidak cukup hanya melalui buku maupun cerita turun-temurun. Menurutnya, generasi muda perlu memahami secara langsung nilai perjuangan yang pernah terjadi di kawasan Bojongkokosan.

Untuk itu, Disbudpora menghadirkan sejumlah program seperti kunjungan edukasi ke situs bersejarah, seminar kebangsaan, diskusi sejarah, hingga festival budaya yang melibatkan pelajar, komunitas pemuda, akademisi, serta tokoh masyarakat.

“Generasi muda harus mengetahui bahwa Sukabumi memiliki sejarah perjuangan besar. Dari sana diharapkan tumbuh rasa bangga, cinta tanah air, dan semangat untuk berkontribusi bagi bangsa,” ujar Yudi, Sabtu (9/5/2026).

Ia menjelaskan, pendekatan budaya dan seni dipilih agar sejarah Palagan Bojongkokosan lebih mudah dipahami dan terasa dekat bagi kalangan pelajar maupun masyarakat luas. Selain itu, seminar dan diskusi sejarah juga menghadirkan para sejarawan serta akademisi guna memperluas pemahaman masyarakat terkait perjuangan rakyat Sukabumi dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Menurut Yudi, Monumen Palagan Bojongkokosan bukan sekadar simbol sejarah, melainkan bukti nyata keberanian rakyat Sukabumi dalam melawan penjajah demi mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Karena itu, Disbudpora berkomitmen terus mewariskan nilai-nilai perjuangan tersebut kepada generasi penerus melalui kolaborasi bersama masyarakat dan berbagai elemen kepemudaan.

“Pelestarian sejarah harus menjadi tanggung jawab bersama. Dengan sinergi yang kuat, Palagan Bojongkokosan akan terus menjadi sumber inspirasi dan kebanggaan masyarakat Sukabumi,” tandasnya.

Dalam catatan sejarah, Palagan Bojongkokosan menjadi salah satu pertempuran penting di Sukabumi saat pasukan Indonesia menghadapi tentara Sekutu pasca kemerdekaan. Semangat perjuangan masyarakat saat itu kini terus dihidupkan melalui berbagai kegiatan edukatif dan budaya.