RAGAM BAHASA – Korban tewas dalam penembakan di Debsirin Nonthaburi School, Provinsi Nonthaburi, Thailand, bertambah. Seorang siswi berusia 12 tahun meninggal dunia setelah menjalani perawatan akibat luka tembak yang dideritanya dalam serangan tersebut.

Peristiwa penembakan terjadi pada Jumat (7/8/2026) di sebuah sekolah yang berada di kawasan barat laut Bangkok. Seorang siswa laki-laki berusia 14 tahun diduga menjadi pelaku dalam aksi penembakan tersebut.

Mengutip laporan Reuters, sebelum menyerang sekolah, remaja tersebut diduga terlebih dahulu menembak kakek dan neneknya di rumah. Setelah itu, dia membawa senjata api milik sang kakek ke sekolah dan melepaskan tembakan.

Di lingkungan sekolah, lima guru dan staf dilaporkan menjadi korban tewas. Pelaku kemudian menembak dirinya sendiri dan meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke rumah sakit.

Dengan meninggalnya siswi berusia 12 tahun tersebut, jumlah korban tewas dalam rangkaian serangan kini mencapai sembilan orang, termasuk pelaku. Sementara itu, sejumlah korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi tersebut. Pemerintah juga kembali menghadapi desakan untuk memperketat aturan kepemilikan dan penggunaan senjata api di Thailand.

Reuters melaporkan, polisi telah mengumpulkan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, termasuk senjata api, selongsong peluru, serta perangkat komputer. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap motif dan kronologi lengkap penembakan.

Serangan tersebut mengguncang dunia pendidikan Thailand. Sejumlah siswa dilaporkan berusaha menyelamatkan diri ketika suara tembakan terdengar di lingkungan sekolah.

Pihak berwenang kini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan motif penembakan, termasuk menelusuri latar belakang pelaku serta bagaimana senjata api milik kakeknya dapat digunakan dalam aksi tersebut.

(Fikri)